Monexnews - Indonesia, yang pernah menjadi produsen minyak terbesar di Asia tenggara, nampaknya akan gagal untuk mencapai targetnya memulihan output menjadi 1 juta barel per hari meski seiring operasional pada blok Cepu di Jawa Tengah telah kembali dibuka. Proyek baru hanya akan menambah sedikit pada jumlah cadangan minyak Indonesia, sementara output dari kilang yang sudah lama akan terus menurun, ucap wakil menteri energi dan sumber daya alam Susilo Siswoutomo pada inagurasi block Cepu pekan ini, yang dioperasikan oleh unit dari ExxonMobil Corp.. Tanpa eksplorasi baru, produksi minyak Indonesia mungkin akan turu nmenjadi 600,00 barel per hari di tahun 2020, ucapnya.
Indonesia, yang merupakan mantan anggota Organization of Petroleum Exporting Countries, menetapkan target di taun 2012 untuk memulihan output menjadi 1 juta barel per hari hingga tahun 2014. Proudksi minyak mentah Indonesia telah turun lebih dari 50% sejak pertengahan tahun 1990 seiring perubahan regulasi dan sulitnya perizinan mengurangi investasi pada ladang minyak baru. "Meski jika kita berdoa, hal tersebut tidak akan meningkatkan angka produksi minyak kita dari 850,00 langsung menjadi 1 juta," ucap Siswoutomo. "Jika kita tidak mengebor, kita tidak akan mendapatkan minyak."
(xiang)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
10 Oct, 2014
-
Source: http://www.monexnews.com/world-economy/indonesia-nampak-akan-gagal-capai-target-output-minyaknya.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
