Kuroda: Pelemahan Yen 'Tidak Berlebihan'

Monexnews - Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda mengatakan ia nyaman dengan depresiasi yen belakangan ini, mengingatkan bahwa mata uang semata-mata hanya berada dalam proses koreksi dari penguatan secara berlebihan. Mata uang Jepang telah melemah lebih dari 6% terhadap dollar AS dalam 3 bulan terakhir di tengah penguatan greenback. Pada awal bulan ini, yen menembus ke atas level 110 untuk pertama kalinya dalam lebih dari 6 tahun. "Pergerakan nilai tukar mata uang tidak berlebihan sejauh ini," ucap Kuroda pada hari Jumat di sela-sela pertemuan tahunan IMF/World Bank di Washington DC. "Pasca krisis Lehman, dollar AS terapresiasi terhadap banyak mata uang Asia kecuali yen Jepang. Sehingga proses saat ini adalah koreksi dari apresiasi yen secara berlebihan," ucapnya. 

Fokus pasar terhadap perbedaan kebijakan moneter di antara negara maju juga mendukung penguatan dollar dan pelemahan yen, ucapnya. "AS dan Inggris sedang memulai proses normalisasi sementara di pihak lain ECB (European Central Bank) dan BOJ meneruskan kebijakan moneter akomodatif mereka dan hal tersebut pasti akan berdampak pada nilai tukar mata uang," ucapnya. Depresiasi yen saat ini telah menimbulkan kecemasan pada negara tetangga Jepang, terutama Korea, yang mana mencemaskan bahwa hal tersebut dapat melukai kompetitifitas sektor ekspornya. Bagaimanapun, Kuroda meremehkan dampak dari pelemahan yen untuk negara Asia lainnya. "Menurutku pelemahan yen tidak menciptakan masalah serius bagi perekonomian AS, dan dalam tahap ini seperti yang kita ketahui perekonomian Asia, terutama negara Asia Timur sedang pulih," ucapnya.

(xiang)

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

13 Oct, 2014


-
Source: http://www.monexnews.com/world-economy/kuroda-pelemahan-yen-tidak-berlebihan.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
LihatTutupKomentar