Monexnews - Harga minyak berjangka di perdagangkan dalam kisaran yang sempit dalam sesi perdagangan Asia pada hari Kamis dan bergerak stabil setelah penurunan harga minyak semalam.
Di New York Mercantile Exchange, minyak WTI untuk pengiriman bulan November di perdagangkan di kisaran $87.62 per barel, naik sebesar $29 dalam sesi elektronik Globex. Sementara itu minyak Brent yang di perdagangkan di bursa ICE Futures London naik $0.43 menjadi $91.81 per barel.
Kenaikan minyak yang signifikan ditutup oleh ekspansi yang lebih besar dari perkiraan yaitu sebesar 5 juta barel dalam laporan mingguan cadangan minyak mentah AS yang berakhir 3 Oktober, berdasarkan laporan dari Energy Information Administration. Pasar sebelumnya perkirakan untuk kenaikan 1.9 juta barel.
Harga minyak mendapatkan beberapa dukungan dari dollar AS, yang turun setelah Federal Reserve mempublikasikan minutes pertemuan bulan September yang mengindikasikan sikap yang lebih hati-hati.
"Dengan melemahnya dollar AS, kami perkirakan harga minyak akan terus berkonsolidasi untuk sepanjang hari ini," kata Daniel Ang, seorang analis di Phillip Futures. Sangat tidak mungkina minyak WTi akan menembus ke bawah $88.74, tambahnya.
(fsyl)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
09 Oct, 2014
-
Source: http://www.monexnews.com/commodity/minyak-berkonsolidasi-di-tengah-pelemahan-greenback.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
