Monexnews - Minyak West Texas Intermediate tergelincir setelah hasil data output Jerman yang mengecewakan telah memicu kekhawatiran bahwa permintaan minyak global akan meredup.
Kontrak berjangkan turun sebanyak 0.7% di New York. Produksi industri Jerman turun lebih besar dari perkiraan ekonom di bulan Agustus yang mana itu telah menjadi tanda-tanda terbaru bahwa outlook untuk negara dengan tingkat ekonomi terbesar di Eropa tersebut sedang memburuk. Cadangan minyak mentah AS berekspansi sebanyak 2 juta barel pada pekan lalu, sementara minyak suling dan bensin menyusut, di tunjukan dalam survei Bloomberg sebelum di rilisnya data oleh pemerintah besok.
"Pelan tapi pasti bahwa pasar telah menyadari bahwa melemahnya permintaan telah menjadi alasan utama untuk penurunan harga, sebagian besar di bantu oleh pertumbuhan ekonomi secara luas yang kembali mencemaskan," kata Amrita Sen, kepala analis pasar di perusahaan konsultan Energy Aspects Ltd., di London.
Minyak WTI untuk kontrak bulan November turun sebanyak 69 sen menjadi $86.65 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan saat ini di perdagangkan di kisaran $89.85 pada pukul 16.54 wib. Kontrak kemarin naik sebesar 60 sen menjadi $90.34. Harga telah turun sebesar 8.6% pada tahun ini.
(fsyl)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
07 Oct, 2014
-
Source: http://www.monexnews.com/commodity/minyak-kembali-merosot-pada-spekulasi-akan-lemahnya-permintaan-global.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
